Our Mission · Misi Kami
Di era kecerdasan buatan, kebudayaan yang tidak terdokumentasi akan terlupakan. Kami ada untuk memastikan bahwa tidak satu pun warisan Nusantara yang hilang dari ingatan manusia.
17K+
Pulau
didokumentasikan
340+
Kontributor
aktif
48K+
Aset Digital
terkurasi
7
Domain Budaya
tercakup
Tiga Pilar
Lestarikan
Ribuan artefak budaya Indonesia — dari wayang hingga lontar — terancam hilang. Kami mendokumentasikannya secara digital sebelum terlambat.
Anotasi
Platform anotasi kolaboratif yang memungkinkan peneliti dan mahasiswa melabeli gambar, audio, video, dan teks budaya secara terstruktur.
Edukasi
Dataset yang kami bangun menjadi sumber belajar terbuka bagi seluruh dunia — mengenalkan kekayaan Nusantara melalui teknologi AI.
Manifesto
Setiap batik adalah algoritma yang ditenun tangan.
Setiap gamelan adalah data yang menunggu untuk didengar mesin.
Setiap lontar adalah model bahasa yang menunggu untuk dibangunkan.
Tugas kami: menjembatani masa lalu dengan masa depan.
Nusantara tidak boleh terlupakan.
Cakupan
Nilai
Dibangun oleh komunitas, untuk komunitas Indonesia.
Dataset dan model kami terbuka untuk riset akademik.
Mendukung gambar, audio, video, dan teks sekaligus.
Penghubung antara peneliti, anotator, dan institusi.
Perjalanan
Nusantara Vision lahir dari riset pelestarian budaya di universitas Jogja.
Platform anotasi pertama diluncurkan. 12 peneliti bergabung di bulan pertama.
Dataset wayang kulit pertama diterbitkan dan diunduh 300+ kali oleh peneliti internasional.
Komunitas tumbuh menjadi 340+ anotator dari seluruh Nusantara.
Bergabung Sekarang
Bersama-sama, kita memastikan bahwa kebudayaan Nusantara tidak hanya bertahan — tetapi berkembang di era digital.
Platform terbuka untuk peneliti, anotator, dan pecinta budaya Indonesia