Mission Statement
Palgunadi menghubungkan dokumentasi budaya berbasis komunitas dengan teknologi kecerdasan buatan untuk membangun arsip digital terbuka, sistem anotasi kolaboratif, dan model Vision AI domain-spesifik bagi artefak budaya Nusantara.
Latar Belakang
Warisan visual Nusantara menyimpan pengetahuan mengenai sejarah, identitas lokal, spiritualitas, kosmologi, dan memori kolektif masyarakat lintas generasi. Namun sebagian besar artefak budaya masih belum terdokumentasi secara sistematis dan tersebar dalam arsip yang terfragmentasi.
Di sisi lain, artefak budaya Nusantara masih sangat minim representasi dalam ekosistem dataset kecerdasan buatan modern. Palgunadi dikembangkan untuk menjawab kedua persoalan tersebut secara bersamaan: preservasi budaya dan pembangunan infrastruktur AI berbasis pengetahuan lokal.
Misi
Membangun pangkalan data artefak budaya Nusantara yang terstruktur, terdokumentasi secara geospasial, dan dapat diakses secara terbuka untuk riset, pendidikan, dan preservasi budaya.
Memfasilitasi partisipasi masyarakat, komunitas lokal, peneliti, mahasiswa, dan institusi dalam proses dokumentasi, identifikasi, dan anotasi artefak budaya.
Mengembangkan model Vision AI domain-spesifik yang mampu mengenali artefak budaya Nusantara melalui pendekatan active learning berbasis human-in-the-loop.
Prinsip
Pengetahuan komunitas menjadi fondasi utama dalam interpretasi artefak budaya.
AI membantu proses identifikasi, namun validasi akhir tetap berada pada manusia.
Dataset, metadata, dan arsip dikembangkan sebagai infrastruktur pengetahuan terbuka.
Palgunadi dibangun sebagai ruang kolaboratif antara budaya, riset, dan teknologi.
Visi Jangka Panjang
Palgunadi dirancang untuk berkembang menjadi infrastruktur pengetahuan budaya digital yang terbuka, kolaboratif, dan terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.
Dalam jangka panjang, platform ini diharapkan menjadi arsip digital artefak budaya Nusantara yang paling terstruktur, sumber dataset terbuka untuk pengembangan AI berbasis budaya lokal, serta model preservasi budaya digital yang dapat direplikasi di kawasan Asia Tenggara dan dunia.
Palgunadi percaya bahwa teknologi tidak seharusnya menggantikan pengetahuan manusia, melainkan memperluas kemampuan masyarakat untuk menjaga, memahami, dan mewariskan budaya secara kolektif.
Kolaborasi Terbuka
Palgunadi berkembang melalui kontribusi komunitas, pengetahuan lokal, riset terbuka, dan kolaborasi lintas disiplin.